Wednesday, May 22, 2013

HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PARITAS IBU DENGAN PENGGUNAAN KB PIL DI RUMAH BERSALIN DAN BALAI PENGOBATAN CITRA PALEMBANG TAHUN 2011


BAB  I
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
Menurut WHO (World Health Organization) keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang kurang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan pengontrol waktu saat melahirkan. (Suparyanto, 2010).
Saat ini Tingkat Fertilitas di Indonesia (TFR) adalah 2,6 anak per wanita. Tingkat TFR pada tiap Propinsi tidak merata, berkisar dari 1,9 di Yogyakarta sampai 4,1 di Nusa Tenggara Timur, TFR pada masyarakat di perkotaan hanya 2,3 tetapi di masyarakat pedesaan mencapai 2,9. Namun demikian pasangan usia subur yang menggunakan metode kontrasepsi terus meningkat mencapai 61,4 pola pemakaian kontrasepsi terbesar yaitu suntik sebesar 31,6 persen, pil sebesar 13,2 persen, IUD sebesar 4,8 persen, implant 2,8 persen, kondom sebesar 1,3 persen. Kontap wanita Medis Operasi Wanita (MOW) sebesar 3,1 persen dan kontrasepsi pria Medis Operasi Pira (MOP) sebesar 0,2 persen. Pantang berkala 1,5 persen, senggama terputus 2,2 persen dan metode lainnya 0,4 persen. (Syarief, 2009).
Penduduk Indonesia berjumlah sekitar 224,9 juta dan merupakan keempat terbanyak di Dunia (BKKBN, 2007).
Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menyebutkan, saat ini sebanyak 39 persen wanita Indonesia usia produktif yang tidak menggunakan kontrasepsi sebesar 40 persen di pedesaan dan 37 persen di perkotaan yang memakai pil hanya 13,2 persen, memakai IUD (Intra Uterine Device) atau spiral 4,8 persen, implant 2,8 persen, dan komdon 1,3 persen, sisanya vasektomi dan tubektomi (Darwoto, 2009).
Berdasarkan dari data BKKBN Propinsi Jawa Tengah pada pembinaan PUS dan keikutsertaan ber-KB, cakupan akseptor aktif KB paling banyak ada 83,46% di Kabupaten Semarang. Sedangkan hasil cakupan perolehan peserta KB terbanyak 17,90% di Kota Magelang, hasil perolehan peserta baru berdasarkan jenis kelamin di peroleh 2,17% akseptor pria, dan 8,74% akseptor wanita pada umumnya PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan pil, suntik dan kondom. (Chinue, 2010).
Peserta KB baru tahun 2010 di Sumatera Selatan sebesar 459.943 peserta atau 115.20% dari PPM 359.927 peserta dimana perniks kontrasepsi IUD berjumlah 8.187 peserta atau 77,80%, MOW berjumlah 1.799 peserta atau 56,32%, implant berjumlah 13.711 atau 182,06%, suntikan berjumlah 207.172 peserta atau 142.49%, pil berjumlah 160.600 peserta atau 104,49%, MOP berjumlah 79 peserta atau 101,14% dan kondom berjumlah 41,675 peserta atau 176,04%. (Buana, 2010).
Beberapa faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi antara lain umur, jumlah anak yang telah dimiliki, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, status Desa Kota dan pengetahuan.
Berdasarkan data yang ada pada rumah bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2010, dari jumlah pasangan usia subur yang ada di wilayah Kerja Rumah Bersalin dan balai Pengobatan Citra Palembang, akseptor KB aktif yang mendapatkan pelayanan KB di rumah bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang terdapat akseptor KB suntik sebanyak 1211 atau (70%) pil sebanyak 385 atau (22,2%), kondom sebanyak 115 atau (6,65%) dan implant sebanyak 20 atau (1,15%).
Berdasarkan data di atas dapat dilihat pil KB termasuk kontrasepsi yang banyak digunakan oleh masyarakat karena mudah didapat dan memiliki daya efek samping yang rendah, serta mempunyai banyak manfaat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai alat kontrasepsi pil dengan judul “Hubungan antara Umur dan Paritas Ibu dengan Penggunaan KB Pil di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011”.

1.2          Rumusan Masalah
Diketahuinya hubungan antara umur dan paritas ibu dengan penggunaan KB pil di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011.

1.3            Tujuan Penelitian
1.3.1    Tujuan Umum
Diketahuinya hubungan antara umur dan paritas ibu dengan penggunaan KB pil di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011.
1.3.2     Tujuan Khusus
1.        Diketahuinya hubungan umur dengan penggunaan kontrasepsi pil di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011.
2.        Diketahuinya hubungan paritas ibu dengan penggunaan kontrasepsi pil di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011.

1.4          Manfaat Penelitian
1.4.1        Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi (kepustakaan) dan memberi informasi, pengetahuan dalam proses belajar mengajar.

1.4.2        Bagi Peneliti
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan ilmu dan dapat dijadikan data dasar untuk penelitian selanjutnya.

1.5      Ruang Lingkup
Subjek     : Semua akseptor KB aktif yang datang di di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011
Tempat    :  Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Citra Palembang Tahun 2011
Waktu     :  6 – 20 Juni tahun 2011 

No comments:

Post a Comment

Bidan dan Perawat

Google+ Followers